Monograf ; Alat Pengering Padi Tipe Resirkulasi Aliran Campur Energi Hibrida

ISBN : 978-623-94524-0-7

Pengarang : M. Yahya

Penerbit : ITP Press

Buku monograf ini merupakan hasil penelitian yang dituangkan dalam bentuk buku dengan judul alat pengering padi tipe resirkulasi aliran campur energi hibrida. Penelitian ini  didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas pada tahun 2021 dan pada tahun 2022. Buku monograf ini berisi tentang permasalahan yang dihadapi oleh petani di Indonesia untuk pengeringan padi (Oryza sativa L) dan juga memberikan solusi terhadap masalah tersebut. Permasalahan yang dihadapi petani dalam pengeringan padi adalah belum tersedia teknologi pengeringan yang efektif dan efisien. Pada buku ini disampaikan bahwa pada umumnya ada dua cara pengeringan yang digunakan oleh petani untuk mengeringkan padi yaitu: (1) Pengeringan alami (pengeringan  tradisional) yaitu menjemur padi secara langsung di bawah sinaran matahari. Pengeringan cara tradisional ini mudah dan murah namun banyak kehilangan hasil padi selama pengeringan karena tercecer, dimakan burung dan ayam; bergantung kepada cuaca; memerlukan tempat yang luas; suhu pengeringan dan kelembapan relatif tidak dapat dikontrol; kualitas pengeringan rendah dan membutuhkan waktu yang lama. (2) Pengering buatan (pengering mekanis), alat pengering buatan yang banyak digunakan untuk mengeringkan padi adalah alat pengering bed datar (Flat bed dryer) dan alat pengering resirkulasi (Recirculation dryer). Alat pengering bed datar mempunyai beberapa kelemahan yaitu kadar air tidak seragam antara lapisan atas dan bawah tumpukan padi, ada yang telah kering dan ada yang belum kering sehingga waktu digiling banyak beras yang patah,  biaya investasi dan biaya operasional cukup tinggi, serta sumber energi utama yang digunakan dalam proses pengeringan bersumber dari bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil tidak ramah lingkungan, harganya tinggi dan selalu meningkat, serta sumbernya terbatas. Alat pengering resirkulasi menghasilkan kualitas pengeringan cukup baik namun  sumber energi utama yang digunakan dalam proses pengeringan juga bersumber dari bahan bakar fosil. Alat pengering buatan yang banyak digunakan saat ini adalah jenis udara panas. Pada alat pengering udara panas ini, dimana waktu pengeringan bergantung kepada suhu udara pengering, makin tinggi suhu udara pengering semakin tinggi laju pengeringan sehingga semakin cepat waktu pengeringan, demikian pula sebaliknya. Menggunakan suhu tinggi dapat merusak sifat fisik dan zat gizi padi, sehingga mengakibatkan kualitas beras menurun

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *